vieokta
-
03:42:20 am on Januari 22, 2009 |
Merawat Keikhlasan Jiwa
Ikhlas tidak identik dengan berbuat tanpa pamrih tapi lebih menjurus kepada kondisi jiwa yang bersih hati yang suci. Ikhlas juga dapat dimaknai melaukan sesuatu secara profesional atau sesuai dengan keahliah para pelakunya. Ikhlas juga dipahami berbuat dengan sepenuh hati dan harap Allah yang akan membalasnya.
Iklas itu dapat dimaknai dalam tiga kategori yaitu Ikhlas beramal, mengamalkan ikhlas dan mengikhlaskan amal. Ikahlas bermal maksudnya adalah melakukan sesuatu semata-mata karena Allah. Mengamalkan Ikhlas adalah berbuat dan berupaya untuk melakukan dengan senag hati, sepeuh hati walau yang diperbuat itu tidak sesuai dengan tuntutan hati. Sedangakan yang dimaksud dengan mengikhlaskan amal adalah melakukan sesuatu tentang kebaikan dan tidak menyebut-nyebutnya pada kelayak ramai.
Untuk bisa ikhlas ternyata tidak mudah. Ikhlas itu salah satu tangga spritual (rohani) yang akan ditapaki setelah menapak syukur. Syukur tidak akan pernah bersemi di hati kalau tida ada rasa sabar. sabar dan syukur ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.
Buah dari ikhlas adalah iman atau yakin. Ibrahim diberi sertifikat dalam sertifikasi Qurban oleh Allah sebagai Ibadinal mukminiin(hamba Allahyang beriman). Hal ini karena ketulusannya dalam mengadi kepada Allah.
Bagi orang yang ikhlas akan selalu menikmati keceriaah hidup, kedamaian hati dan kejernihan alam pikiran. Orang yang ikhlas juga akan menikmati balasan-balasan berupa penganti yang lebih baik dari apa yang telah dipersembahkan. terakhir tentu akan semakin mantap keyakinannya sehingga mampu bertawakkal kepada Allah SWT.
Mampukah kita…?Wallahu `alam


